WPML not installed and activated.

Baksos Operasi Katarak Raih Rekor MURI

By fei on 4 June 2015 in Event/Kegiatan, Nasional, News, Perdami Riau
0

BATAM centre (HK) – Bakhti Sosial operasi katarak yang diselenggarakan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul,Tbk (Perdami), Sabtu (23/5) lalu mendapat apresiasi dari MURI.
Operasi katarak ini bekerjasama dengan RS Awal Bros Batam (RSAB), Tim Penggerak PKK  Kepulauan Riau dan Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami).

Acara penyerahaan piagam penghargaan dari MURI, Minggu (31/5) disaksikan langsung Menteri Kesehatan RI, Prof,Dr,dr Nila Djuwita F Moeloek,SpM, di RSAB,Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana,SKM,MKes, Direktur  PT Awal Bros, Ir Arfan Awaloeddin.

Pemberian penghargaan rekor Muri itu juga disampaikan kepada tim penggerak PKK Provinsi Kepri, yang mendukung kegiatan bhakti sosial operasi ketarak gratis.
Perwakilan MURI, Awan Rahargo sebelum menyerahkan piagam penghargaan menjelaskan, MURI memberi apresiasi menyusul kegiatan operasi katarak dilaksanakan dengan teknik pachoemulsifikasi terbanyak yakni sebanyak 320 mata dan dilaksanakan dalam waktu sehari.

Kepala Perwakilan PT Sido Muncul Provinsi Kepulauan Riau, Susanti mengatakan, PT Sido Muncul menyambut baik penghargaan diberikan MURI atas kegiatan yang dilaksanakan bersama RSAB, Perdami dan Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri.

Ia menjelaskan, operasi katarak di Batam telah dilakanakan dua kali bersama RSAB. Kegiatan pertama tahun 2011 berhasil mengoperasi 182 bola mata dan kali ini sebanyak 328 mata.

Sementara, kegiatan CSR operasi katarak gratis  yang dilaksanakan Sido Muncul dan Perdami telah berlangsung sejak tahun 2011. Hingga saat ini sebanyak 42.000 mata berhasil dioperasi  di 27 provinsi, 200 kabupaten/kota dan di 216 rumah sakit di Indonesia.

Dalam menyukseskan kegiatan tersebut, PT Sido Muncul mendapat dukungan dari berbagai pihak diantaranya Pemerintah Daerah, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal,Kementerian Kehutanan, Kementerian Kesehatan, Mabes TNI, sejumlah Kodam,sejumlah Polda, sejumlah universitas, sejumlah RS dan klinik mata, PBNU, NU FATAYAT, PUKAT/Keuskupan Surabaya, KOWANI,IWAPI, WITT,Pelindo, Yayasan Kick Andy, dan Media Group.

Ia mengatakan, Direktur Utama PT Sido Muncul,Tbk, Irwan Hidayat menyatakan sangat senang atas dukungan dari berbagai pihak. Dengan banyaknya organisasi masyarakat maupun lembaga keagamaan yang berpartisipasi maka semakin  banyak warga terbebas dari buta katarak.

Direktur RSAB, Widya Putri MARS mengatakan, bhakti sosial operasi katarak tahun ini sangat istimewa yakni mendapat apreasiasi dari MURI dan penghargaan dari Kementerian Kesehatan  terhadap pihak-pihak yang mendukung pembangunan nasional.

Widya menjelaskan, tahun ini merupakan tahun ke-9 RSAB melaksanakan bhakti sosial operasi katarak. Kegiatan pertama pada tahun 2006 silam terdapat 36 orang pasien dan tahun 2014 lalu sebanyak 223 pasien. Sementara tahun 2015 terdaftar sebanyak 500 orang dan setelah di screening hanya 328 orang yang lolos, tiga diantaranya anak-anak. Suksesnya pelaksanaan operasi juga tidak lepas dari kehadiran 22 dokter ahli yang berkerja selama 10 jam.

Oleh karena itu, pihaknya sangat berterimakasih, berkat kerjasama yang baik dengan Perdami, PT Sido Muncul, dan Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri sehingga dapat berkontribusi mensukseskan program pemerintah  dalam pembebasan buta katarak.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana,SKM,MKes mengucapkan terimakasih atas partisipasi yang luar biasa dari pihak swasta dalam upaya pembebasan buta katarak di Kepri.

Program ini tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah saja tapi  oleh karena itu pemerintah daerah menyambut baik atas pelaksanaan operasi katarak.

Menteri Kesehatan RI,  Prof,Dr,dr Nila Djuwita F Moeloek,SpM, mengaku sangat bangga atas kerjasama yang baik antara PT Sido Muncul, RSAB, Perdami dan Tim Penggerak PKK Kepri sehingga dapat menyelenggarakan operasi katarak gratis.

” Saya  berharap kegiatan ini dapat menginspirasi  lembaga dan organisasi  profesi lain untuk turut mengambil peran  dalam pembangunan di bidang kesehatan,” ujar Menkes.

Ia mengatakan, pemerintah dengan dukungan masyarakat  terus berupaya mengatasi masalah kesehatan yang bermutu diperkuat dengan jaminan kesehatan nasional (JKN) bagi masyarakat miskin termasuk untuk operasi katarak.

Bahkan, pemerintah Indonesia telah menyusun rencana strategi  nasional penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan. Upaya ini sejalan dengan komitmen global vision  2020  yang dicanangkan WHO, bahwa  setiap penduduk mempunyai hak untuk dapat melihat secara optimal pada tahun 2020. (nic)

About the Author

feiView all posts by fei