WPML not installed and activated.

Perkembangan Teknologi Operasi Katarak Moderen

By Christian Haryanto on 11 July 2017 in Edukasi Publik, News
2

Perkembangan Teknologi Operasi Katarak Moderen

Artikel oleh:

Dr. Imam Tiharyo, SpM

 

Katarak adalah suatu jenis penyakit pada mata karena lensa mata menjadi keruh sehingga menghalangi cahaya yang masuk. Penglihatan penderita katarak menjadi terganggu dan bahkan bisa menjadi buta bila semakin parah dan tidak ditangani secara baik.

Pada umumnya katarak disebabkan oleh faktor utama yaitu proses degeneratif atau bertambahnya  usia. Selain usia yang sudah senja penyakit katarak pun bisa disesabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah katarak traumatic yang disebabkan oleh riwayat trauma atau cidera pada mata, kemudian katarak sekunder yang disebabkan oleh penyakit atau gangguan metabolisme dan lain-lain. Selanjutnya katarak yang disebabkan oleh paparan sinar radiasi dan sinar UV yang langsung pada mata dalam waktu yang lama, katarak yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan jangka panjang seperti kortikosteroid. Serta katarak congenital yang dipengaruhi oleh faktor genetik.

Hampir semua Dokter Mata sering mendapat pertanyaan “ Dok, operasi kataraknya pakai laser atau tidak ? “. Hal ini yang perlu diluruskan.

Operasi katarak dengan teknik yang lama, menggunakan cara manual, yaitu ECCE (Extra Capsular Cataract Extraction), dengan insisi atau luka yang besar dan memerlukan jahitan pada proses penutupan luka operasi.

Perkembangan teknologi operasi katarak pada saat ini sudah sangat maju, menggunakan mesin operasi katarak yang di sebut Fakoemulsifikasi. Operasi dengan alat ini menggunakan insisi atau luka yang kecil, sehingga proses penyembuhan lebih cepat dengan hasil yang lebih baik, dan tidak memerlukan jahitan.

 

 

Operasi katarak modern dengan mesin Phacoemulsifikasi jauh memberikan hasil operasi yang lebih baik di bandingkan dengan metode operasai katarak sebelumnya. Operasi Katarak dengan metode Phacoemulsifikasi menggunakan energi ultrasound untuk menghancurkan masa lensa yang keruh, kemudian menjadi bagian kecil, sehingga mudah di aspirasi kedalam mesin. Hal ini yang perlu diluruskan karena masyarakat awam, menganggap metode operasi katarak Fakoemulsifikasi adalah metode operasi dengan laser, padahal teknologinya menggunakan energy ultrasound.

 


 

Dengan berkembangnya teknologi yang jauh lebih maju kini operasi katarak tak perlu lagi dengan pisau atau sayatan, melainkan dengan teknologi operasi katarak laser yaitu Femtosecond Laser Assisted Cataract Surgery (FLACS) yang digunakan untuk pembedahan katarak laser. Operasi katarak laser adalah pengangkatan lensa mata yang telah mengembangkan kekeruhan yang disebut sebagai katarak dengan bantuan sinar laser dalam insisi katarak yang dikendalikan dengan sistem komputer, sehingga proses penyembuhan jauh lebih cepat dengan hasil yang tepat dan jauh lebih baik tanpa jahitan.

Perbedaan teknologi tersebut pada saat pembuatan sayatan kornea dan pada saat pembelahan kataraknya. Jika pada Fakoemulsifikasi mengunakan sayatan manual dengan pisau khusus yang disebut keratome, dan pembelahan masa lensa dengan teknik mekanik menggunakan ultrasound, sedangkan pada Femtosecond Laser Assisted Cataract Surgery (FLACS) semua prosedur tersebut menggunakan laser. Dengan laser maka sayatan dan pembelahan katarak akan lebih presisis dan aman.

 


 

Tidak semua rumah sakit atau klinik mata di Indonesia yang memiliki teknologi operasi katarak Femtosecound Cataract Surgery, karena harga teknologi yang masih mahal.

Operasi katarak moderen baik menggunakan teknologi Fakoemulsifikasi dan Femtosecound Cataract Surgery, memberikan hasil operasi yang optimal, tidak hanya dalam hal pemberantasan kebutaan katarak, tapi juga peningkatan kualitas hidup.

About the Author

Christian HaryantoView all posts by Christian Haryanto