JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-62, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) resmi meluncurkan gerakan kemanusiaan berskala nasional bertajuk "Bulan Bakti PERDAMI ke-2". Gerakan ini menjadi momentum bagi ribuan dokter spesialis mata di seluruh penjuru Indonesia untuk bersatu dalam misi mengembalikan penglihatan masyarakat yang terhambat akibat katarak.
Program ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 5 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Ketua Panitia Hari Bakti PERDAMI ke-62 menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar peringatan usia organisasi, melainkan wujud nyata pengabdian profesi. Mengusung konsep "One Doctor One Sight", PERDAMI mengajak setiap anggotanya untuk berkontribusi aktif sesuai dengan kapasitas masing-masing.
"Melalui gerakan One Doctor One Sight, kami ingin menunjukkan bahwa setiap dokter spesialis mata dapat menjadi bagian dari upaya besar mengembalikan penglihatan masyarakat Indonesia," ujar perwakilan Panitia Hari Bakti PERDAMI.
Bentuk kontribusi anggota pun sangat beragam, mulai dari melakukan tindakan operasi katarak secara langsung, menjembatani pasien yang membutuhkan, memberikan dukungan pembiayaan, hingga berkolaborasi dalam rantai pelayanan medis lainnya.
Katarak saat ini masih menduduki posisi sebagai penyebab utama kebutaan di Indonesia. Meski tindakan operasi merupakan solusi medis yang efektif, tantangan geografis, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, serta kendala ekonomi masih menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan.
Bulan Bakti PERDAMI hadir sebagai solusi terintegrasi untuk memperluas akses tersebut. Selama periode kegiatan, rangkaian pelayanan meliputi:
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjaga standar pelayanan medis dan keselamatan pasien yang terintegrasi secara nasional.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam pengabdian kepada masyarakat, PERDAMI berencana mengajukan pencatatan kepada Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Kategori yang diajukan adalah "Pelaksanaan Operasi Katarak Gratis Serentak selama satu bulan dengan jumlah tindakan terbanyak dan cakupan wilayah terluas di Indonesia".
Lebih dari sekadar mengejar angka, PERDAMI berharap gerakan ini dapat meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, dan kemandirian masyarakat Indonesia. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap dedikasi dokter mata dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari kebutaan yang dapat dicegah.