021-3104516 secretariat@perdami.or.id
Contact Us

KATARAK: KENALI, PERIKSA DAN PULIHKAN PENGLIHATAN

  1. Apa Itu Katarak?

Katarak adalah suatu kondisi kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan secara progresif. Katarak paling sering berkaitan dengan proses penuaan, namun dapat muncul lebih cepat pada kondisi tertentu seperti adanya faktor genetik, diabetes mellitus, penggunaan obat tertentu jangka panjang, merokok, atau setelah trauma mata. Katarak merupakan penyebab gangguan penglihatan yang dapat ditangani melalui tindakan operasi.

  1. Bagaimana Mengenali Katarak?

Untuk memahami penyakit katarak, tenaga kesehatan dan masyarakat membaginya menjadi dua aspek utama, yaitu apa yang dirasakan oleh penderita (gejala subyektif) dan apa yang dapat dilihat atau diperiksa secara medis (tanda obyektif).

  1. Keluhan yang dirasakan penderita:
    • Penglihatan berangsur-angsur kabur seperti melihat melalui kaca helm yang kotor, tertutup embun atau kabut tanpa disertai keluhan nyeri.
    • Mata terasa sangat sensitif dan silau saat melihat lampu kendaraan di malam hari atau cahaya matahari terik.
    • Warna-warna di sekitar tampak memudar, kekuningan, atau tidak secemerlang biasanya.
    • Ukuran kacamata terasa cepat berubah atau tidak lagi membantu memperjelas penglihatan.
    • Penglihatan ganda saat melihat objek.
  2. Tanda yang dapat dilihat / diperiksa:
  • Bagian hitam di tengah mata (pupil) tampak berwarna abu-abu, keruh, atau putih susu pada katarak yang sudah matang (matur).
  • Tajam penglihatan mengalami penurunan signifikan yang tidak bisa dikoreksi maksimal dengan kacamata.
  • Dengan menggunakan senter/slitlamp, Dokter mata dapat melihat lokasi, jenis dan tingkat kekeruhan pada lensa.
  • Pemeriksaan dengan oftalmoskop menunjukkan penurunan atau hilangnya refleks merah jernih dari retina. 
  1. Bagaimana Katarak Ditangani?

Pada tahap awal, kacamata yang tepat, pencahayaan lebih baik, dan pengurangan silau dapat membantu aktivitas. Namun, belum ada obat tetes yang terbukti dapat menjernihkan kembali lensa yang sudah mengalami kekeruhan. Bila katarak telah mengganggu fungsi atau kualitas hidup, terapi yang efektif adalah operasi dengan cara lensa keruh dikeluarkan dan diganti dengan lensa tanam. Operasi katarak saat ini berlangsung cepat menggunakan metode modern seperti Fakoemulsifikasi atau Small Incision Cataract Surgery (SICS).

  1. Skrining Katarak di Komunitas

Skrining bertujuan menemukan kasus gangguan penglihatan yang disebabkan oleh katarak namun belum memperoleh pelayanan. Kegiatan dapat dilakukan di puskesmas, posyandu lansia, desa, tempat kerja, tempat ibadah, atau kegiatan bakti sosial dengan alur deteksi rujukan pemeriksaan lanjutan operasi (bila diperlukan) kontrol lanjutan.

  1. Indikator keberhasilan Operasi Katarak

Kebutaan akibat katarak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memiliki dampak sosial-ekonomi besar. Dua indikator keberhasilan program katarak:

  • CSR (Cataract Surgical Rate) adalah jumlah operasi katarak yang dilakukan dalam satu tahun per satu juta penduduk. Angka ini menggambarkan kapasitas atau volume layanan.
  • CSC (Cataract Surgical Coverage) adalah proporsi orang yang membutuhkan operasi katarak dan sudah mendapatkannya. CSC menggambarkan jangkauan dan pemerataan pelayanan.

 

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan RI. PNPK Tatalaksana Katarak pada Dewasa. Kepmenkes HK.01.07/MENKES/67/2026. Jakarta; 2026.
  2. World Health Organization. Summary of recommendations for quality of care in cataract surgery management. Geneva: WHO; 2026.
  3. World Health Organization. Vision and eye screening implementation handbook. Geneva: WHO; 2024.
  4. International Agency for the Prevention of Blindness. Vision Atlas: Cataract Surgical Rate and Cataract Surgical Coverage. Accessed August 2026.

 

 

Author: Dr. dr. Ni Made Ari Suryathi, M.Biomed, Sp.M(K)